•   dp.hikkmi@gmail.com   
  •  +62217808143

HIKKMI Dukung PLN dalam Memperkuat Infrastruktur Ketenagalistrikan

  • Rabu, 10/01/2024 11:57:30 wib
  • Di baca 438 kali
Press Release


JAKARTA, 18 Oktober 2021 – Ketua Umum HIKKMI Tjahjadi Aquasa mengatakan bahwa jasa kontraktor ketenagalistrikan dan mekanikal menjadi mitra penting PLN dalam menjalankan Rencana Umum Pengusahaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021 – 2030.

“Kami siap menjadi mitra PLN dalam menjalankan RUPTL 2021 – 2030, terutama keahlian dan core business anggota HIKKMI dalam jasa kontraktor ketenagalistrikan dan mekanikal. Tujuan akhirnya mendukung pemerintah dalam memperkuat infrastruktur, menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan sehingga terjaminnya suplai listrik, keterjangkauan akes listrik bagi seluruh saudara-saudara kita di wilayah 3T [tertinggal, terluar, dan terdepan], serta harga listrik yang terjangkau bagi seluruh kalangan [affordability],” ujarnya usai memimpin rapat HIKKMI, Kamis (14/10).

Berdasarkan RUPTL 2021 – 2030, perencanaan PLN dalam kurun waktu 2021-2025, penjualan listrik akan tumbuh sebesar 5,2% dengan penambahan pembangkit sebesar 26,9 GW dengan komposisi bauran energi baru terbarukan (EBT) 23%, gas alam 15,6%, batu bara 61% dan BBM 0,4%. Selain itu jaringan transmisi bertambah 34.300 kilometer sirkit (kms) dan jaringan distribusi 209,4 kms, sedangkan kapasitas gardu induk bertambah sebesar 45.500 megavolt ampere (MVA).

Tjahjadi menjelaskan, rancangan proyek ketenagalistrikan tersebut bertujuan untuk tercapainya pemenuhan kebutuhan kapasitas dan energi listrik setiap tahun dengan tingkat keandalan yang diinginkan secara least-cost, peningkatan rasio elektrifikasi, keandalan dan kualitas listrik yang makin baik, serta tercapainya angka rugi jaringan transmisi dan distribusi yang makin rendah.

“HIKKMI berharap agar para kontraktor ketenagalistrikan dan PLN dapat bersinergi dengan baik, saling mendukung untuk kebaikan bersama dan tujuan yang sama yaitu memperkuat keandalan listrik di Tanah Air.”

Menurutnya, keadilan (fairness) bagi para kontraktor menjadi faktor penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur ketanagalistrikan. Terutama kesamaan perlakuan dari PLN baik terhadap kontraktor lokal maupun asing. “Kondisi yang tidak adil akan berdampak terhadap iklim bisnis yang tidak sehat. Pada akhirnya bisa menurunkan kinerja kontraktor nasional di Indonesia.”

 

Arsip Berita: